Manajemen Obat High-Alert & Titrasi
Protap Koreksi Elektrolit
Tata cara pemberian elektrolit pekat (seperti KCl 7,45%, MgSO4, atau NaCl 3%) pada pasien dengan kondisi hipokalemia, hipomagnesemia, atau hiponatremia. Tujuannya adalah untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit secara bertahap dan mencegah komplikasi fatal akibat pemberian yang terlalu cepat atau dosis yang tidak tepat.
Catatan Penting
1. Verifikasi Ganda : Seluruh obat di atas masuk kategori High Alert. Wajib dilakukan pengecekan ulang (double check) oleh dua perawat sebelum diberikan.
2. Akses Vena : Gunakan vena besar atau akses sentral jika memungkinkan, terutama untuk KCl pekat dan NaCl 3% guna mencegah risiko phlebitis atau iritasi pembuluh darah.
3. Monitoring : Pantau tanda-tanda vital (TTV) dan monitor EKG secara kontinyu selama proses koreksi berlangsung.
4. Evaluasi Lab : Lakukan pengecekan laboratorium ulang sesuai instruksi dokter (biasanya 2–4 jam setelah koreksi selesai) untuk memastikan kadar elektrolit sudah mencapai target.
| Jenis Elektrolit | Indikasi Koreksi | Metode Pemberian & Pengenceran | Target & Kecepatan Maksimal |
| Kalium (KCl) | Kadar < 3,5 mEq/L | Wajib diencerkan dengan NaCl 0,9%. Tidak boleh diberikan secara bolus. | Vena Perifer: 10 mEq/jam. Vena Sentral: 20 mEq/jam (dengan monitor EKG). |
| Magnesium ($MgSO_4$) | Kadar < 1,8 mg/dL | Dilarutkan dalam 100 ml cairan (NaCl 0,9% atau D5%). | Diberikan perlahan selama 30 - 60 menit. |
| Natrium (NaCl 3%) | Hiponatremia berat (< 120 mEq/L) | Diberikan melalui infusion pump secara titrasi. | Kenaikan maksimal 8–10 mEq/L dalam 24 jam untuk mencegah kerusakan saraf. |
| Kalsium (Ca Gluconas) | Hipokalsemia atau Hiperkalemia | Diberikan pelan secara intravena (bolus lambat atau drip). | Pantau irama jantung; hentikan jika ada bradikardia atau aritmia. |
Update terakhir: 25 Apr 2026 12:48 |
Publish: 16 Apr 2026 22:35 |
Revisi: v1 |
Dilihat: 7x