Manajemen ventilator
Pemantauan bantuan napas mekanik dan proses penyapihan (weaning). Fokus utama adalah memastikan kecukupan oksigenasi, sinkronisasi pasien dengan mesin, serta keamanan proses transisi menuju napas spontan.
Mode Ventilator Utama
· Control (A/C): Bantuan penuh, mesin mengambil alih seluruh usaha napas.
· Support (SIMV/PS): Bantuan sebagian, mesin membantu usaha napas spontan pasien.
· CPAP: Napas spontan penuh dengan tekanan positif agar paru tidak kolaps.
· T-Piece: Metode uji coba napas mandiri tanpa bantuan mesin sebelum ekstubasi.
Parameter yang Dipantau
Parameter | Deskripsi | Nilai Umum |
FiO2 | Fraksi Oksigen yang diberikan | 21% – 100% (Target: SpO2 >= 92%) |
PEEP | Tekanan saat akhir ekspirasi agar alveoli tidak kolaps | 5 – 10 cmH2O |
Tidal Volume (TV) | Volume udara sekali napas | 6 – 8 ml/kgBB |
Minute Volume (MV) | Total volume napas dalam satu menit | 5 – 10 L/menit |
Troubleshooting Alarm (Langkah Cepat)
Jenis Alarm | Kemungkinan Penyebab | Tindakan Perawat |
High Pressure | Sumbatan sekret, pasien melawan mesin (fighting), selang tertekuk. | Suction, cek selang, tenangakan pasien/sedasi. |
Low Pressure | Kebocoran sirkuit, selang terlepas (diskoneksi), cuff ETT bocor. | Cek semua sambungan selang, cek balon ETT. |
Low Minute Volume | Apneu (pasien tidak napas), kebocoran halus. | Cek kesadaran pasien, pastikan mode sesuai. |
Kriteria "Lulus" T-Piece (Siap Ekstubasi)
· Laju Napas (RR) < 30 x/menit (tidak sesak).
· Saturasi (SpO2) >= 92% tanpa bantuan tekanan mesin.
· Hemodinamik (Nadi/TD) stabil dan tidak berkeringat dingin.
· Status Mental : Tenang, tidak gelisah, dan tidak berkeringat dingin (diaphoresis).